Jumat, 16 Desember 2016

EBI

EJAAN BAHASA INDONESIA
 Pengertian Ejaan
Ejaan  =   ketentuan atau kaidah yang mengatur penulisan huruf menjadi satuansatuan kata, kelompok kata, atau kalimat, beserta penggunaan tanda 
baca.
Sejarah  = 
1) Ejaan Van Ophuysen (1901)
2) Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (1947)
3) Ejaan Pembaharuan (1957)
4) Ejaan Melaju Indonesia / Melindo (1959)
5) Ejaan Lembaga Bahasa Kesusasteraan / LBK (1966)
6) Ejaan Yang Disempurnakan / EYD (1972)

Kamis, 08 Desember 2016

FOOTNOTE (CATATAN KAKI)


 Istilah Catatan Kaki (footnote)
Catatan  kaki,  atau  dikenal  dengan  istilah  footnote  adalah  keterangan  tambahan  yang
terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis
sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter)

Kegunaan Catatan Kaki (footnote)
1)  Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki
sumber atau reference footnote).
2)  Menjelaskan  komentar  penulis  terhadap  pernyataan  dalam  teks  yang  dipandang
penting,  tetapi  tak  dapat  dinyatakan  bersama  teks  karena  dapat  mengganggu  alur
tulisan.
3)  Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau
content  footnote).  Jenis  catatan  kaki  ini  biasanya  menggunakan  kata‐kata:  Lihat  …,
Bandingkan  …,  dan  Uraian  lebih  lanjut  dapat  dilihat  dalam  …,  dan  sebagainya.
Dianjurkan  penggunaannya  tidak  berlebihan  agar  tidak  menimbulkan  kesan  pamer.
Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar.

Jumat, 25 November 2016

FUNGSI BAHASA


Fungsi  bahasa  yang  utama dan  pertama  sudah terlihat  dalam  konsepsi
bahasa  di  atas,  yaitu  fungsi  komunikasi  dalam  bahasa  berlaku  bagi  semua
bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa
(linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut:
1.  fungsi ekspresi dalam bahasa
2.  fungsi komunikasi dalam bahasa
3.  fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4.  fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)
Fungsi Bahasa
Pada  dasarnya,  bahasa  memiliki  fungsi-fungsi  tertentu  yang  digunakan  berdasarkan
kebutuhan  seseorang,  yakni  sebagai  alat  untuk  mengekspresikan  diri,  sebagai  alat  untuk
berkomunikasi,  sebagai  alat  untuk  mengadakan  integrasi  dan  beradaptasi  sosial  dalam
lingkungan atau situasi tertentu, dan alat untuk melakukan control sosial (Keraf, 1997 : 3).
1. Bahasa sebagai Alat Ekspresi Diri, sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa
menyatakan secara terbuka segala sesuatu  yang tersirat di dalam dada kita, sekurangkurangnya  untuk  memaklumkan  keberadaan  kita.  Unsur-unsur  yang  mendorong
ekspresi diri antara lain : Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita, keinginan
untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
2. Bahasa sebagai  Alat Komunikasi,  komunikasi merupakan akibat  yang lebih  jauh dari
ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau
dipahami  oleh  orang  lain.  Sebagai  alat  komunikasi,  bahasa  merupakan  saluran
perumusan  maksud  kita,  melahirkan  perasaan  kita  dan  memungkinkan  kita
menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas
kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997
: 4). Bahasa sebagai  alat  ekspresi diri dan  alat komunikasi  sekaligus pula merupakan
alat untuk menunjukkan  identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan  sudut
pandang  kita,  pemahaman  kita  atas  suatu  hal,  asal  usul  bangsa  dan  negara  kita,
pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa
maupun sebagai diri sendiri.
3. Bahasa disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan, memungkinkan pula manusia
memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian
dalam  pengalaman-pengalaman  itu,  serta  belajar  berkenalan  dengan  orang  lain.
Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa.
Bahasa sebagai alat komunikasi, lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa
dirinya  terikat  dengan  kelompok  sosial  yang  dimasukinya,  serta  dapat  melakukan
semua  kegiatan  kemasyarakatan  dengan  menghindari  sejauh  mungkin  bentrokanbentrokan  untuk  memperoleh  efisiensi  yang  setinggi-tingginya.  Ia  memungkinkan
integrasi  (pembauran)  yang  sempurna  bagi  tiap  individu  dengan  masyarakatnya
(Gorys  Keraf,  1997  :  5).  Cara  berbahasa  tertentu  selain  berfungsi  sebagai  alat
komunikasi, berfungsi pula sebagai alat  integrasi  dan adaptasi sosial. Pada  saat kita
beradaptasi  kepada  lingkungan  sosial  tertentu,  kita  akan  memilih  bahasa  yang  akan
kita  gunakan  bergantung  pada  situasi  dan  kondisi  yang  kita  hadapi.  Kita  akan
menggunakan  bahasa  yang  berbeda  pada  orang  yang  berbeda.  Kita  akan
menggunakan  bahasa  yang  nonstandard  di  lingkungan  teman-teman  dan
menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
4. Bahasa sebagai Alat Kontrol Sosial, sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif.
Kontrol  sosial  ini  dapat  diterapkan  pada  diri  kita  sendiri  atau  kepada  masyarakat.
Berbagai  penerangan,  informasi,  maupun  pendidikan  disampaikan  melalui  bahasa.
Buku-buku  pelajaran dan  buku-buku  instruksi  adalah salah  satu  contoh  penggunaan
bahasa sebagai alat kontrol sosial